Advertise

Sabtu, 20 April 2013

ANALISIS KRITIS ARTIKEL HASIL PENELITIAN



ANALISIS KRITIS  ARTIKEL HASIL PENELITIAN
Oleh
Nurkasan
NIM 007301054504/SGPA 104004
A.   Bibliografi
Ali, Muhamad. 2005. Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Kelangsungan Hidup Organisme  Melalui Penerapan Model Pembelajaran Elaborasi Metode PQ4R. Jurnal Pelangi Edisi: III. Jakarta
B.   Tujuan Penulisan
Meningkatkan pestasi dan aktifitas belajar siswa pada pokok bahasan kelangsungan hidup organisme dan meningkatkan kemampuan guru dalam membimbing siswa melalui penerapan model pembelajaran PQ4R
C.    Fakta-fakta Unik
1.      Permasalahan

Ulasan/Uraian
Siswa
Ketrampilan siswa yang masih kurang dalam menerapkan metode ilmiah dalam pembelajaran sain khususnya mata pelajaran biologi, sehingga pada dekade (periode??) dua tahun terahir prestasi belajar siswa pada poko bahasan kelangsungan hidup organisme masih dibawah rata-rata yakni kurang dari 6,0
Guru
Kurang memperhatikan karakteristik pokok bahasan dalam menerapkan model-model pembelajaran kontekstual, terutama pokok bahasan yang bersifat deklaratif dan prosedural
Pembelajaran
Mengacu pada pendekatan pembelajaran ketrampilan proses, namun dalam pelaksanaannya belum maksimal

2.      Teori penunjang pemecahan masalah dengan model pembelajaran elaborasi metode PQ4R
Rujukan
Ulasan/uraian
Puspitasari (2003)
Strategi-strategi belajar merupakan pembelajaran yang mengajarkan siswa bagaimana belajar, mengingat, berfikir, dan bagaimana memotivasi diri sendiri.
Corebima (2003)
Keberhasilan siswa dalam belajar sebagaian besar bergantung pada kepandaian siswa belajar secara mandiri sekaligus memonitor hasil belajarnya.

3.      Metode
a.         Menggunakan meode penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 3 siklus. Tiap siklus terdiri atas 4 tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.
b.         Faktor yang  menjadi fokus  untuk diselidiki adalah siswa, guru, dan sumber belajar. Untuk siswa yang diselidiki adalah prestasi belajar berupa produk (pemahaman konsep) dan ketrampilan dalam menerapkan strategi belajar. Faktor guru yang diselidiki adalah mempersiapkan materi pembelajaran, menggunakan dan mengorganisir siswa dalammelaksanakan pembelajaran dengan mengunakan strategi belajar elaborasi metode PQ4R. Sedangkan untuk  faktor sumber belajar yang diselidiki adalah kesesuaian penggunaan sumber belajar atau bahan pelajaran dengan KD dan indikator.
c.          Untuk melihat sejauh mana prestasi belajar siswa dalam konsep-konsep dalam pokok bahasan kelangsungan hidup organisme, maka dilakukan tes awal dengan menggunakan sejumlah pertanyaan.
d.         Indikator keberhasilan penelitian tindakan adalah ketuntasan belajar siswa yakni 85% siswa mencapai rata-rata 75.
4.      Hasil
a.       Aktivitas siswa meningkat yang ditunjukkan pada saat tahap question dengan mempertukarkan jawaban siswa dengan kelompok lain dan adanya kemajuan dalam kegiatan belajar dalam portofolio siswa.
b.      Prestasi belajar siswa berdasarkan hasil tes formatif, tes sumatif dan kriteria ketuntasan hasil belajar mengalami peningkatan dari siklus ke siklus. Siklus pertama nilai rata-rata 7,2 dengan ketuntasan 65%, siklus kedua nilai rata-rata 7,5 dengan ketuntasan 70%, dan siklus ketiga nilai rata-rata 8,5 dengan ketuntasan 87%.

D.   Pertanyaan-pertanyaan yang dapat dimunculkan
1.      Latar belakang yang digunakan adalah nilai rata-rata pokok bahasan kelangsungan hidup organisme selama 2 tahun terahir dibawah 6,0. Apakah ini sesuai? Mengingat bahwa siswa yang ada pada saat itu berbeda dengan siswa yang diteliti, baik kemampuan, latar belakang sosial ekonominya, dan mungkin gurunya juga beda.
2.      Dalam metodologi dinyatakan akan menyelidiki faktor siswa, guru, dan sumber belajar, tetapi hasil data yang disajikan dan dianalisis hanya data tentang siswa. Apakah ada kesesuaian antara metode dan hasil?
3.      Peningkatan hasil belajar pada siklus ke tiga apakah karena PQ4R? Apa bukan disebabkan oleh tes / soal yang dikerjakan sudah banyak di tanyakan pad siklus ke satu dan kedua?
4.      Apakah pengambilan data untuk aktifitas siswa cukup dengan hanya melihat portofolio siswa? Apakah tidak ada data lain yang lebih tepat untuk menunjukkan aktifitas belajar siswa?

E.    Konsep utama
PTK ini menghasilkan konsep bahwa PQ4R dapat meningkatkan hasil belajar materi deklaratif.

F.    Refleksi
Saya menjadi penasaran untuk segera mencoba menggunakan metode PQ4R dalam pembelajaran disekolah saya. Mengingat ada gejala yang mirip dengan PTK ini yaitu untuk materi deklaratif hasil belajar penerapan dan pemahaman konsep masih cukup rendah,

JURNAL PERKULIAHAN PTK
OLEH : NURKASAN/007031054504/SGPA 104004

Dosen Pembimbing         :    1. Dra. Endang Purwaningsih, M.Si
                                               2. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D
                                               3. Drs. I Wayan Dasna, M.Si.
                  
Hari/Tanggal
Uraian
Dosen
Kamis,
14 Pebruari 2008
Saya ingin sekali mengikuti perkuliahan PTK. 2 minggu yang lalu ketika perkuliahan petama saya berharap mendapat banyak hal baru, namun saat itu Bu Hera baru memberikan pengantar dan pre tes, serta meta kognisi. Minggu ini saya berharap mendapatkan sebagian yang saya inginkan, namun pada saat yang sama saya harus benar-benar memilih diantara dua pilihan yang sama-sama berat. Hari ini saya harus melaksanakan tugas sebagai instruktur di Workshoop Pembimbingan Pelaksanaan KTSP di Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur. Akhirnya aku memilih untuk izin tidak kuliah dengan harapan dapat menambal kekurangan saya dengan minta tugas dari B. Hera. Ketika Jum’at saya tanya ke teman apa materi bu Hera kemarin, katanya disuruh njawab pertanyaan tentang reflective practition, reflective teaching, dan continuous improvmen. Saya berusaha nyatat soalnya dan mencari jawabannya. Namun dari 4 buku yang saya kopi dari Bu Hera belum saya temukan jawabannya. Ma’af ya bu atas ke mbolosan saya.
Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D
Kamis,
21 Pebr 2008
Ternyata yang ngisi Pak Wayan. Kami diajak overvew paradigma penelitian kuantitatif dan kualitatif. Diawali dengan menginformasikan beberapa kesalahan dalam penulisan hasil PTK: ada yang kesasar ke penelitian kuantitatif. Selanjutnya dijelaskan definisi dan pandangan-pandangan para ahli tentang penelitian. Sampai akhirnya ketemu bahwa PTK berada diantara penelitan kualitatif dan kuantitatif. Rasanya saya cukup berat ngikuti kuliah seperti ini. Saya merasa ndak punya pengetahuan awal yang cukup. Kenapa ya dosennya kok ndak  mesen literatur yang bisa saya baca sebelumnya, sehingga saya bisa lebih semangat untuk ngikuti. Materi seperti itu ndak terlalu sulit untuk saya pahami, asal ada yang dibaca, Insyaalloh bisa. Kan waktunya bisa untuk diskusi materi yang lebih banyak. Semangat saya baru muncul ketika ada tanya jawab.Namun saya agak kecewa Pak wayan lebih banyak memperhatikan teman yang di pojok depan, sehingga beberapa kali saya angkat tangan ndak terlihat. Syukur akhirnya saya juga dapat kesempatan, langsung aja saya brolkan uneg-uneg saya.
Drs. I Wayan Dasna, M.Si.
Kamis,
28 Pebr 2008
Dibayangi minggu lalu, saya khawatir kalau kuliahnya seperti minggu lalu, kalau gitu berarti harus punya tenaga ekstra untuk menjaga mata. Karena aku berangkat 03.30 dari Surabaya. Ya demi mendapatkan semuanya, kuliah sukses dan tetap bisa jadi instruktur (nambah poin dan ....tentunya koin). Alhamdulillah yang ngisi Bu Endang yang suka humor dan ramah walaupun agak terlihat “kereng”. Bu Endang mengawali dengan curah pendapat tentang Apa to PTK itu? Banyak teman yang berpartisipasi, walaupun seingatnya. Saya pikir kalau tahu gini saya baca dulu bukunya, namun karena harus “wira-wiri” Surabaya-Malang-Kediri” jadinya belum sempat baca. Akhirnya saya ngikut saja. Bu Endang neruskan dengan mbuka power poin tentang PTK yang beda dengan yang udah saya punya. Saya ngikuti penjelasannya walaupun agak meloncat-loncat. Belum sampai selesai tampilan Bu Endang menyudahi power poinnya, katanya semuanya kan udah ngerti. Akhirnya ada tanya jawab sana sini, saya pun nimbrung sambil konfirmasi pengalaman selama ini. Selesai power point dan diskusi waktu masih ada, akhirnya saya disuruh mengidentifikasi masalah yang mungkin di PTK-kan. Cari 10 masalah yang mungkin terjadi disekolah panjenengan! Kemudian pilih tiga yang layak untuk di PTK-kan. Minggu depan kita lanjutkan membuat rumusan masalahnya.
Dra. Endang Purwaningsih, M.Si
Kamis,
6 Maret 2008
Saya kuliah dengan persiapan seadanya. Ketika datang di kelas teman-teman pada ribut tentang analisis kritis. Saya bantah ndak sekarang di kumpulkannya, tapi minggu depan! Tapi dibantah oleh teman-teman. Bu Endang masuk kemudian ngajak doa terus nanyakan tugas kemarin. Kemudian kami diberi waktu untuk menuliskan hasil identifikasi 10 masalah, 3 masalah terpilih lengkap dengan rumusan masalahnya dalam kelompok. Kemudian di presentasikan ke depan. Lindra ngambil giliran menampilkan rumusan masalahnya. Tanggapan bermunculan sekitar kata tanya dalam rumusan masalah: Apa atau bagaimana? Saya pun nganbil bagian meskipun agak terakhir. Cukup lama kami berdiskusi, akhirnya dijustifikasi oleh Bu Endang dan Bu Hera bahwa boleh saja menggunakan kata tanya Apa atau Bagaimana. Memang ada ahli yang sok ngotot harus salah satu ndak boleh yang lain. Kuliah diakhiri dengan ngumpulkan tagihan: hasil identifikasi, jurnal 3 kali, dan .... analisis kritis. Waduh saya belum buat yang dua, hanya hasil identifikasi yang ada. Diberi waktu sampai jam 4 sore untuk nulis jurnal dulu. Namun saya bingung, sore nanti harus nyampek Surabaya banya jam 15.00 ndampingi peserta mresentasikan KTSP dan Silabus RPPnya.  Akhirnya saya memberanikan diri minta dispensasi. Bu Endang memberi kesempatan ngirim lewat email.









0 komentar

Posting Komentar